Description
Tertawa mampu merepresentasikan dua suasana kebatinan. Saat suka, wajar orang tertawa. Kala duka, bahkan luka sekalipun, banyak orang yang mampu melakukan kamuflase dengan tawa. Ringkasnya, tertawa itu bersifat ambivalen.
Realitas di atas terekam dari diksi para penulis puisi dalam buku ini. Mereka mengekspresikan suka dan duka dengan tawa. Berapa besar pun proporsinya, bukan masalah. Yang pasti, keragaman imajinasi yang dirangkai dalam tiap larik puisinya tak luput dari kesan “ganda” perasaan jiwanya.
KEPENGARANGAN:
Penulis: Encep Suherman, Ambar Winarti;
Editor: Lia Laeli Muniroh; Penyunting: Rani Oktavia;
Penata Sampul: Alma Zahra Tunnisa







Reviews
There are no reviews yet.